Hampir malam di Jogja ketika keretaku tiba
Remang-remang cuaca terkejut aku tiba-tiba
Dua mata memandang seakan-akan dia berkata:
"Lindungi aku pahlawan daripada si angkara murka."
Sepasang mata bola dari balik jendela
Datang dari Jakarta 'nuju medan perwira
Kagumku melihatnya sinar nan perwira rela
Hati telah terpikat semoga kelak kita berjumpa pula
Friday, December 28, 2007
Gugur Bunga
Betapa hatiku tak'kan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku tak'kan sedih
Hamba ditinggal sendiri
Siapakah kini p'lipur lara nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati, pembela bangsa sejati
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh s'ribu
Tanah Air jaya sakti
Gugur bungaku di taman bakti, di haribaan pertiwi
Harum semerbak menambah sari, Tanah Air jaya sakti
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku tak'kan sedih
Hamba ditinggal sendiri
Siapakah kini p'lipur lara nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati, pembela bangsa sejati
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh s'ribu
Tanah Air jaya sakti
Gugur bungaku di taman bakti, di haribaan pertiwi
Harum semerbak menambah sari, Tanah Air jaya sakti
Ibu Kita Kartini
Ibu kita Kartini, putri sejati
Putri Indonesia, harum namanya
Wahai Ibu kita Kartini, putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia
Ibu kita Kartini, pendekar bangsa
Pendekar kaumnya untuk merdeka
Wahai Ibu kita Kartini, putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia
Putri Indonesia, harum namanya
Wahai Ibu kita Kartini, putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia
Ibu kita Kartini, pendekar bangsa
Pendekar kaumnya untuk merdeka
Wahai Ibu kita Kartini, putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia
Halo Halo Bandung
Halo halo Bandung, ibukota Periangan
Halo halo Bandung, kota kenang-kenangan
Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung, rebut kembali!
Halo halo Bandung, kota kenang-kenangan
Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung, rebut kembali!
Surabaya
Surabaya, Surabaya, oh Surabaya
Kota kenangan, kota kenangan, tak'kan kulupa
Di sanalah, di sanalah, di Surabaya
'Tuk pertama, 'tuk pertama kami berjumpa
'Ku teringat masa yang telah lalu
B'ribu insan, b'ribu hati, bersatu padu
Surabaya di tahun Empat Lima
Kami berjuang, kami berjuang, bertaruh nyawa
Kota kenangan, kota kenangan, tak'kan kulupa
Di sanalah, di sanalah, di Surabaya
'Tuk pertama, 'tuk pertama kami berjumpa
'Ku teringat masa yang telah lalu
B'ribu insan, b'ribu hati, bersatu padu
Surabaya di tahun Empat Lima
Kami berjuang, kami berjuang, bertaruh nyawa
Satu Nusa Satu Bangsa
Satu Nusa satu Bangsa satu bahasa kita
Tanah Air pasti jaya untuk s'lama-lamanya
Indonesia pusaka Indonesia tercinta
Nusa Bangsa dan bahasa kita bela bersama
Tanah Air pasti jaya untuk s'lama-lamanya
Indonesia pusaka Indonesia tercinta
Nusa Bangsa dan bahasa kita bela bersama
Rayuan Pulau Kelapa
Tanah Airku amat subur, dengarkanlah rayuan kalbuku
Kepadamu jiwaku berlagu, rayuan Tanah Airku
Tanah Air-ku Indonesia, negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulya, yang kupuja s'panjang masa
Tanah Air-ku aman dan makmur, pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan Bangsa sejak dulu kala
Melambai-lambai nyiur di pantai
Berbisik-bisik Raja K'lana
Memuja pulau yang indah permai
Tanah Airku Indonesia
Kepadamu jiwaku berlagu, rayuan Tanah Airku
Tanah Air-ku Indonesia, negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulya, yang kupuja s'panjang masa
Tanah Air-ku aman dan makmur, pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan Bangsa sejak dulu kala
Melambai-lambai nyiur di pantai
Berbisik-bisik Raja K'lana
Memuja pulau yang indah permai
Tanah Airku Indonesia
Berkibarlah Benderaku
Berkibarlah benderaku
Lambang suci gagah perwira
Di seluruh pantai Indonesia
Kau tetap pujaan Bangsa
Siapa berani menurunkan engkau
Serentak rakyatmu membela
Sang Merah Putih yang perwira
Berkibarlah s'lama-lamanya
Lambang suci gagah perwira
Di seluruh pantai Indonesia
Kau tetap pujaan Bangsa
Siapa berani menurunkan engkau
Serentak rakyatmu membela
Sang Merah Putih yang perwira
Berkibarlah s'lama-lamanya
Indonesia Pusaka
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja-puja Bangsa
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan Bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja-puja Bangsa
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan Bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata
Thursday, December 27, 2007
Bangun Pemudi Pemuda
Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk Negara
Masa yang akan datang kewajibanmulah
Menjadi tanggunganmu terhadap Nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap Nusa
Sudi tetap berusaha, jujur dan ikhlas
Tak usah banyak bicara, t'rus kerja keras
Hati teguh dan lurus, pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus, hai putra Negri
Bertingkah laku halus, hai putra Negri
Tangan bajumu singsingkan untuk Negara
Masa yang akan datang kewajibanmulah
Menjadi tanggunganmu terhadap Nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap Nusa
Sudi tetap berusaha, jujur dan ikhlas
Tak usah banyak bicara, t'rus kerja keras
Hati teguh dan lurus, pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus, hai putra Negri
Bertingkah laku halus, hai putra Negri
Subscribe to:
Posts (Atom)